Festival Film Santri

Annur 2 Al Murtadlo | Pesantren Wisata yang Bercahaya

Festival Film Santri adalah festival film di Indonesia yang fokus pada perkembangan sinema dan dunia Islam.

Warnailah masyarakatmu, jangan kau yang terwarnai

RKH. Muhammad Badruddin Anwar

Pada pengujung Agustus 1979, masyarakat Desa Bululawang, Malang,  berduyun-duyun menuju dua buah bangunan pondok berdinding anyaman bambu yang berada di seberang aliran sungai. Sebuah lomba layang-layang dihelat nyaris sebulan penuh. Layang-layang diterbangkan tinggi-tinggi, begitu juga harapan. Langit penuh dengan doa-doa dan sukacita.

Begitulah mula-mula Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo memperkenalkan diri kepada masyarakatnya. Dua bangunan pondok berdinding anyaman bambu berukuran 7 x 11 meter bernama Matla’il Anwar itu adalah bangunan pertama sekaligus cikal PP An Nur II Al Murtadlo yang menguntai kemasyhurannya sampai hari ini.

Kehadiran PP An Nur II Al Murtadlo langsung memberikan warna tersendiri untuk masyarakat dengan mengusung konsep inovatif bertajuk “Pesantren Wisata”, seperti dawuh pendirinya, RKH. Muhammad Badruddin Anwar. Di pondok pesantren ini, Workshop Pengarsipan dan Produksi Film sebagai rangkaian Program Festival Film Santri dihelat selama tiga hari (6-8 September 2024).

Menimba spirit yang serupa dengan lomba layang-layang yang digelar untuk mengenalkan pondok pesantren kepada masyarakatnya, workshop ini berupaya untuk mengenalkan kerja-kerja pengarsipan dan menyulihnya menjadi medium baru yang bisa menyalin harapan, doa, dan sukacita; seperti nama pesantren ini, menjadi cahaya bagi lingkungannya.

Workshop Pengarsipan dan Produksi Film dilakukan secara kolaboratif bersama santri PP An Nur II untuk menelusuri soal bagaimana pesantren yang umurnya masih muda melakukan beragam inovasi dan mengelaborasai konsep al muhafadzah ‘alal qodimis sholeh wal akhdu bi jadidil aslah (menjaga tradisi salafus saleh dan mengadopsi modernitas yang membawa kebaikan).