Menyisir Jejak Syaikhona Kholil
Syaikhona Muhammad Kholil adalah kalam sejarah yang terus hidup dalam sanubari masyarakat pesantren, Madura, dan Indonesia. Perhatian dan kepedulian kepada peninggalan Syaikhona semakin meningkat, antara lain dipicu oleh proses pengusulan Syaikhona Muhammad Kholil sebagai pahlawan nasional. Banyak jejak sejarah dikumpulkan dan dilakukan kajian untuk memperkaya khazanah pemikiran dan keilmuan untuk keberlanjutan sekarang dan di masa yang akan datang.
Melalui Workshop Pengarsipan dan Produksi Film yang diselenggarakan sebagai rangkaian program menuju Festival Film Santri 2025, penelusuran dan penelitian tentang seluruh aspek sejarah dan jejak Syaikhona Muhammad Kholil dilakukan secara kolaboratif bersama Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan.
Tim pengampu workshop bersama santri-santri PP Syaikhona Kholil, Lajnah Turots Ilmi, dan TIEMAS menyisir jejak Syaikhona Kholil yang masih memungkinkan untuk diakses. Workshop yang dilakukan selama tiga hari (29-31 Agustus 2024) berupaya untuk mengalihwahanakan arsip-arsip peninggalan Syaikhona Kholil menjadi sebuah film dokumenter.
Alih wahana arsip bertujuan untuk menyemai khazanah pemikiran dan keilmuan Syaikhona ke dalam media yang mudah diakses oleh publik luas. Harapannya, arsip-arsip yang sebelumnya terbatas peruntukannya untuk kalangan santri bisa menjadi pintu gerbang bagi publik untuk kembali mengenal sosok Syaikhona yang masyhur sebagai “gurunya para ulama” Indonesia.
Dalam prosesnya, tim workshop dan santri PP Syaikhona Kholil Bangkalan mencoba untuk menyusuri perjalanan Syaikhona Kholil menempuh ilmu, mendirikan musala, menentukan lokasi yang menjadi cikal pesantren pertamanya, menjadi mushonnif (pengarang & penulis kitab) dan guru bagi ulama-ulama besar Indonesia, hingga temuan-temuan arsip pendukung lainnya yang mengarah kepada gelarnya sebagai “Syaikhona” yang berarti Guruku; karena Syaikhona Kholil adalah guru kita semua.

