Festival Film Santri

IQRA, Tema Festival Film Santri 2025

Festival Film Santri adalah festival film di Indonesia yang fokus pada perkembangan sinema dan dunia Islam.

Festival Film Santri 2025 mengusung tema “IQRA”, sebuah kata yang memiliki makna sangat mendalam dalam tradisi Islam maupun kebudayaan pengetahuan. Iqra yang berarti “bacalah” bukan sekadar ajakan membaca teks, tetapi sebuah seruan untuk membaca kehidupan, memahami perubahan zaman, serta menafsir ulang realitas yang terus bergerak. Tema ini dipilih sebagai landasan utama gelaran perdana Festival Film Santri karena film, pada dasarnya, adalah medium pembacaan terhadap dunia.

Dalam konteks Festival Film Santri, “IQRA” menjadi upaya mempertemukan dua entitas yang selama ini sering dianggap memiliki jarak: dunia pesantren dan sinema. Festival ini percaya bahwa santri tidak hanya memiliki tradisi membaca kitab, tetapi juga memiliki kemampuan membaca fenomena sosial, budaya, kemanusiaan, hingga perubahan masyarakat melalui bahasa visual dan cerita. Film kemudian hadir sebagai medium baru untuk menerjemahkan pembacaan tersebut kepada publik yang lebih luas.

Tema ini juga lahir dari kesadaran bahwa dunia saat ini bergerak sangat cepat. Perubahan sosial, teknologi, budaya populer, hingga cara manusia memahami agama terus mengalami transformasi. Dalam situasi seperti itu, “IQRA” menjadi penting sebagai pengingat bahwa manusia tidak boleh berhenti belajar, membaca, dan mempertanyakan realitas di sekitarnya. Membaca bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga laku reflektif untuk memahami diri sendiri, masyarakat, dan masa depan.

Festival Film Santri memandang bahwa sinema memiliki kemampuan besar untuk menjadi ruang pembacaan tersebut. Film dapat menghadirkan lapisan-lapisan pengalaman manusia: tentang keimanan, tradisi, konflik sosial, kemiskinan, identitas, hingga relasi antar manusia dalam kehidupan modern. Karena itu, setiap film yang hadir dalam festival ini bukan hanya tontonan, tetapi juga hasil dari proses membaca kehidupan dari sudut pandang para pembuatnya.

Pemilihan tema “IQRA” juga berkaitan erat dengan semangat Festival Film Santri untuk membangun ekosistem kreatif di lingkungan pesantren. Selama ini pesantren dikenal sebagai ruang produksi pengetahuan, tempat lahirnya tradisi intelektual, seni, dan spiritualitas. Melalui festival ini, semangat tersebut ingin diterjemahkan ke dalam medium sinema agar pesantren mampu berdialog dengan zamannya melalui bahasa yang lebih dekat dengan generasi hari ini.

Sebagai festival edisi perdana, tema “IQRA” dipilih bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai arah berpikir dan spirit gerakan. Festival Film Santri ingin menghadirkan ruang di mana santri, sineas, seniman, dan masyarakat dapat saling membaca ulang identitas, budaya, dan kemanusiaan secara lebih terbuka dan reflektif. Dari sanalah diharapkan lahir karya-karya film yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga memiliki keberanian membaca zaman dan menyampaikan makna bagi publik yang lebih luas