Festival Film Santri

Mengenal Pondok Pesantren Sidogiri

Festival Film Santri adalah festival film di Indonesia yang fokus pada perkembangan sinema dan dunia Islam.

Pondok Pesantren Sidogiri, terletak di Pasuruan, Jawa Timur, adalah salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Didirikan pada tahun 1745 oleh Sayyid Sulaiman, seorang keturunan Rasulullah SAW dari Hadramaut, Yaman, pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam menjaga tradisi keislaman dan pendidikan berbasis salafiyah.

Sejak awal, Sidogiri berfokus pada pendidikan agama yang mendalam, khususnya dalam bidang tauhid, fiqih, dan tasawuf. Para santri diajarkan untuk memahami ajaran Islam dengan pendekatan yang sederhana namun mendalam, sehingga dapat menjadi pilar dalam masyarakat. Dengan menjaga metode pengajaran klasik, pesantren ini berhasil melahirkan banyak ulama besar yang tersebar di seluruh Nusantara.

Sidogiri juga terkenal dengan kekuatannya dalam mempertahankan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah dan menganut paham fiqih Mazhab Syafi’i. Dalam perkembangannya, Sidogiri tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga basis pergerakan sosial, ekonomi, dan dakwah yang berpengaruh. Pesantren ini mengembangkan berbagai unit usaha seperti koperasi, lembaga keuangan, dan penerbitan yang dikelola oleh santri dan alumni, memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Dengan sejarah yang kaya dan kontribusi besar terhadap perkembangan Islam di Indonesia, Pondok Pesantren Sidogiri dipilih sebagai tempat pembukaan dan penutupan Workshop Film Santri dalam rangkaian Pra Festival Film Santri. Kegiatan ini akan dimulai dengan pembukaan di Sidogiri, di mana para peserta akan mendapatkan arahan dan inspirasi dari lingkungan pesantren yang sarat dengan nilai-nilai keislaman. Setelah berbagai rangkaian kegiatan workshop dan roadshow, acara ini juga akan ditutup di Sidogiri, sebagai simbol keberlanjutan tradisi keilmuan dan kreativitas santri.

Pembukaan dan penutupan di Pondok Pesantren Sidogiri ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada para santri dan peserta untuk terus berkarya, menjaga tradisi, dan sekaligus berinovasi dalam bidang seni, khususnya film. Dengan begitu, nilai-nilai pesantren akan terus hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Berkarya, berdakwah, berdaya